Kamis, 13 Oktober 2016

KERUSAKAN HUTAN MANGROVE DI INDONESIA

Kerusakan lingkungan adalah deteriorasi lingkungan dengan hilangnya sumber daya air, udara, tanah, kerusakan ekosistem dan punahnya fauna liar. Gambaran kerusakan ekosistem pesisir juga bisa dilihat dari kemerosotan sumberdaya alam yang signifikan di kawasan pesisir, baik pada ekosistem hutan pantai, ekosistem perairan, fisik lahan dan lain-lain. 

Hutan mangrove merupakan komunitas vegetasi pantai tropis yang didominasi oleh beberapa jenis pohon mangrove yang mampu tumbuh dan berkembang pada daerah pasang surut pantai berlumpur. Dewasa ini terjadi penurunan luasan dan kualitas hutan mangrove secara drastis. Luas Hutang Mangrove di Indonesia merupankan 25% dari keseluruhan hutan mangrove yang ada di dunia saat ini, yang tersebar di 90 ribu kilometer garis pantai. Hutan Mangrove memegang peranan dan fungsi yang sangat penting dalam suatu ekosistem, namun nyatanya banyak permasalahan yang terjadi dalam ekosistem hutan mangrove yang ada di Indonesia. Laju kerusakan hutan mangrove di Indonesia meupakan yang tercepat dan terbesar di dunia.Mengutip data food anf Agriculture Organization (FAO) pada 2007, dalam tiga dekade terakhir, berkurangnya mangrove di Indonesia sekitar 40% luas hutan mangrove yang ada. Beberapa faktor yang mengakibatkan hilangnya hutan mangrove tersebut adalah akibat alihfungsi (lahan, pemukiman dan tambak) mangrove dan akibat pembalakan liar. 
Faktor utama penyebab kerusakan mangrove, yaitu
1. Pencemaran
2 .Konversi hutan mangrove yang kurang memperhatikan faktor lingkungan
3. Penebangan yang berlebihan. 
Kayu mangrove dicuri untuk dijadikan bahan bangunan, kapal, batu arang dan kayu bakar. Termasuk akibat pembuangan limbah industri dan sedimentasi secara terus menerus yang mengakibatkan pendangkalan. Di Indonesia ada 43 jenis mangrove. Namun kekayaan hayati tersebut terus mengalami kerusakan.Selain itu, hutan mangrove juga menjadi habitat aneka jenis ikan, kepiting, kerang dan jenis biota laut lainnya. Penyelamatan mangrove harus melibatkan banyak pihak yang berkepentingan melestarikan mangrove. Hutan mangrove yang tersisa hanya tinggal 3,5  juta hektare. Terbanyak berada di Papua, Pulau Jawa dan Kalimantan. Dari hutang mangrove yang tersisa tersebut hanya sekitar 2,5 juta hektare dalam kondisi baik, selebihnya dalam kondisi rusak. Maka dari itu perlunya pelestarian Mangrove.